New Continental GT Speed W 12

Selain sangat mewah, sporty dalam setiap lekuk desain eksterior dan interior, juga enak untuk kencang, GT Speed ternyata juga nyaman dipakai harian.

            Pertama kali lihat sosok GT Speed, hati langsung terpikat. Mulai dari aerodinamika, lekukan body, velg dan ban, grill dengan dark tint, lampu depan, knalpot di sisi kanan dan kiri bagian belakang dengan bezels krom, sampai buritan mobil.

            Melihat kabin, GT Speed menunjukkan kelasnya sebagai mobil papan atas. Semua bagian dashboard berlapis kulit asli. Begitu juga pedal gas dan rem yang berlubang, tuas persneling otomatis dengan motif unik. Dilengkapi fitur keselamatan dua airbag di dua kabin penumpang depan, juga di keempat sisi penumpang dan thorax.

            Saat mencoba duduk di belakang kemudi, posisi duduk seperti mobil penumpang pada umumnya, tetapi dilengkapi 14 variasi penyetelan posisi duduk di jok depan yang bisa diatur sesuai selera. Dengan pengaturan posisi duduk seperti itu menyetir jadi tidak lelah.

            Setelah cukup menjadi penumpang sambil mempelajari arahan instruktur pada pengendara, tiba giliran mencoba sendiri GT Speed. Pilihan pertama lintasan lurus sepanjang sekitar 100 meter dengan tembok sebagai pembatas.

            Lintasan ini khusus menguji kemampuan akselarasi mobil, kecepatan dan kualitas perpindahan kecepatan persneling otomatisnya. Juga untuk mengetes kemampuan downshift transmisi sekaligus pengereman.

            Tuas persneling otomatis 8 tingkatan kecepatan tipe ZF 8HP90 AL 951 segera saya geser ke mode sport (S). Transmisi otomatis ini dipasok produsen transmisi otomatis ternama ZF, yang merupakan generasi baru dengan pola perpindahan system block yang memungkinkan kombinasi downshift.

            Keberanian sempat hilang, instruktur mengatakan, ketika mobil diakselarasi maksimum pada satu titik, pedal rem harus diinjak dengan kuat untuk menguji seberapa hebat daya pengeremannya.

            Tidak banyak bicara lagi, pedal gas saya injak kuat. terasa sekali efek tenaganya yang membuat badan terhempas di sandaran kursi.

            Ini karena GT Speed mengusung mesin konfigurasi 6.0 liter, 12 silinder dalam konfigurasi W (W 12) dengan 48 katup, empat camshaft, dan dua turbocharger. Mesin halus, tetapi mampu menghasilkan tenaga maksimum 625 PK pada 6.000 rpm.

            Setelah torsi yang diharapkan pada gigi satu tercapai, persneling secara otomatis pindah ke gigi dua. Perpindahan gigi persneling terasa mengguncang. Namun, pada kecepatan lebih tinggi, tidak terasa karena rasio gigi persneling dibuat lebih rapat. Rasio 1:1 dicapai pada gigi persneling enam.

            Persneling dengan 8 tingkat kecepatan tipe 8HP90 AL 951 memungkinkan perpindahan setiap rasio gear dapat berlangsung dengan lembut. Perpindahan rasio gear berlangsung cepat dengan shift time 600 milidetik. Akibatnya, akselarasi mobil berpersneling otomatis itu dapat melampaui akselarasi mobil berpersneling manual yang dikendarai oleh pengendara professional sekalipun.

            Untuk menghasilkan kinerja persneling otomatis yang optimal, ZF mengaplikasikan empat gear set  dengan dua elemen perpindahan system terbuka yang merupakan konsep baru persneling dari ZF. Penerapan rasio gear yang lebih tinggi, pasokan oli dalam transmisi dari pompa oli yang bisa dikontrol, torque converter model baru, serta optimalisasi system hidrolik dengan control transmisi.

            Dibandingkan dengan persneling otomatis 6 kecepatan dari ZF, ada penghematan konsumsi bahan bakar hingga 11%. Dengan teknologi baru ini, daya yang terbuang dalam setiap perpindahan gigi persneling kurang dari 2% sehingga tenaga mobil dapat tersalurkan pada keempat roda penggerak.

            Dukungan transmisi dan tenaga yang besar membuat GT Speed hanya butuh waktu 4,2 detik untuk mencapai kecepatan 100 km/jam dari posisi berhenti. Kecepatan maksimum GT Speed dibatasi secara elektronik pada 330 km/jam.

            Setelah melaju kencang dengan kecepatan diatas 150 km/jam, saya injak pedal rem dengan kuat. daya pengereman yang kuat membuat mobil mampu berhenti total pada jarak kurang dari 10 meter. System rem parkir elektronik memungkinkan pengereman bisa dilakukan hanya dengan menekan tombol.

            Lepas dari lintasan sprint, beralih ke lintasan membelok., dengan cone yang sudah ditata sesuai kebutuhan, mulai dari tikungan tajam hingga zig zag. Dalam lintasan yang membelok, GT Speed mampu bermanuver dengan baik.

            Mobil sangat mudah dikendalikan walaupun tenaganya besar. Ini karena mobil dilengkapi ESP, yang merupakan stabilitas kendaraan. Mobil akan mengontrol atau mengoreksi sendiri kalau slip sehingga sangat aman untuk bermanuver.

            Saya coba membandingkan saat EPS saya matikan. Bedanya jauh. Saat EPS mati, mobil cenderung liar diajak membelok dan bermanuver. Kelincahan pengemudi diperlukan kalau tidak ingin melintir. Dibandingkan dengan Continental GT, ada peningkatan downforce 8%.

            Sekalipun dari tampilan sama, kinerja mesin GT Speed sangat jauh berbeda degan versi standard Continental GT W 12. GT Speed memberikan sensasi sport yang lebih kuat. harganya sebanding dengan kualitas dan kemampuannya. Di pasar Amerika Serikat sebesar US $215.000. Di Indonesia harganya bisa dua hingga tiga kali lipat.

            Kesan mewah dan sporty sangat kuat dalam mobil ini, apa lagi dengan velg palang 10 dengan desain unik dan balutan ban Pirelli P-Zero 275/35. Mobil dilengkapi empat kursi dengan dua pintu.

Gambar

Gambar

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s