Kerjasama Energi Terbarukan

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mempelajari pengembangan sumber energi terbarukan China, terutama guna mendukung kebutuhan energi listrik baik untuk rumah tangga maupun industri. 

Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana dalam pertemuannya dengan Wakil Ketua Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional (National Development and Reform commission/NDRC) China Liu Tienan di Beijing, Kamis petang, mengatakan, Indonesia tengah memfokuskan pembangunan sumber energi bersih atau terbarukan yang ramah lingkungan. 

“Kami ingin mempelajari berbagai peluang sumber energi terbarukan, termasuk ke China, untuk dapat diterapkan kemungkinannya di Indonesia sesuai potensi sumber daya yang dimiliki,” katanya. 

Armida mengemukakan sejalan dengan makin baiknya kondisi ekonomi nasional Indonesia, pembangunan di berbagai pun terus meningkat yang membutuhkan energi yang sangat besar, utamanya listrik dan bahan bakar minyak. 

“Kebutuhan energi juga sangat diperlukan untuk mendukung makin tingginya kebutuhan energi bagi masyarakat. Mengingat Indonesia juga adalah salah satu negara berpenduduk cukup besar,” tuturnya. 

Indonesia, lanjut Armida, kini tengah mengembangkan berbagai sumber energi bersih yang berkelanjutan untuk kebutuhan listrik dan BBM. “Semisal untuk listrik kami kembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Kami tertarik dengan terobosan China yang tengah mengembangkan sumber energi terbarukan dengan memadukan sumber energi terbarukan dengan sumber energi konvensional seperti batu bara dengan tenaga angin,” ujarnya. 

Sementara itu Wakil Ketua Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional (National Development and Reform commission/NDRC) China Liu Tienan mengatakan setelah 30 tahun China melaksanakan reformasi dan pembangunan yang terbuka pertumbuhan dan pembangunan ekonomi semakin meningkat. 

“Kegiatan industri dan jumlah penduduk yang sangat besar membutuhkan energi yang besar pula. Sehingga pengembangan energi terbarukan di China juga dilakukan pesat seperti pembangkit listrik tenaga air, tenaga angin, dan matahari,” katanya. 

Liu Tienan menambahkan,”Kami juga mengembangkan sumber energi biogas, untuk di wilayah-wilayah pendesaan. Kami kembangkan sampah-sampah perkotaan untuk menjadi sumber energi pula. Nuklir juga kami kembangkan,”. 

Namun, itu pun belum mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat yang memang sangat banyak jumlahnya. 

“Ini merupakan pekerjaan rumah yang sangat besar bagi Pemerintah China. Sehingga kami terus melakukan pengembangan sumber-sumber energi terbarukan dari misalnya mencampur beras dan gandum untuk menghasilkan alkohol, gandum dan ubi dan lainnya. Bahkan kami tengah mengembangkan perbaduan antara sumber energi fosil, konvensional dengan sumber energi terbarukan seperti angin,” kata Liu Tienan.

Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s