Suasana Kondusif di Kantor

Hubungan harmonis di kantor bisa renggang. Permasalahannya bisa dimulai dari hal yang sepele, misalnya salah paham mengenai suatu produk atau ketelodoran disaat deadline. Namun, bermula dari hal sepele, masalah di kantor yang tidak terselesaikan bisa menjadi berlarut-larut dan semakin menggunung.

            Akibatnya, bisa ditebak. Kondisi kantor “memanas”, rasa nyaman, segan bertemu dengan teman kerja atau atasan yang bermasalah, dan lain-lain. Akhirnya, semangat kerja menurun. Produktivitas menurun. Kualitas kerja tidak optimal. Hal ini tentu saja akan dapat mengancam keberlangsungan karier anda. Oleh karena itu, sebaiknya anda segera selesaikan masalah di kantor dengan tenang.

            Pertama dalam mengahadapi persoalan, sebaiknya janagn terburu-buru mengambil kesimpulan menyalahkan orang lain. Akan tetapi, pandanglah permasalahan dengan obyektif. Kenali sumber masalah sesungguhnya. Anda jangan berfokus pada masalah, melainkan pada jalan pemecahannya.

            Kedua, begitu mengetahui permasalahan sebenarnya, segera anda selesaikan. Jika melibatkan pihak luar, ada baiknya anda berdiskusi. Namun, apabila orang tersebut termasuk sulit menerima pendapat, anda perlu melibatkan orang ketiga sebagai perantara atau “pendingin suhu”. Atau, nyatakanlah permasalahan kepada atasan tanpa maksud menjelek-jelekkan.

            Ketiga, solusi sudah di tangan, tetapi orang yang bersangkutan masih menunjukkan permusuhan, tak usah dimasukkan ke dalam hati. Ada baiknya anda memaafkan sebelum orang tersebut meminta maaf. Selanjutnya, berilah orang tersebut senyuman dan sapaan. Anda juga bisa mengajaknya mengobrol dengan topic ringan.

            Masih belum tercapai titik “rekonsiliasi” juga? Teruskan usaha anda untuk bersikap ramah dan menghargai orang lain. Hal ini tidak ada ruginya walaupun respon tidak selalu sesuai keinginan. Paling penting adalah anda bisa menciptakan suasana yang nyaman di hati sendiri dan mencoba menularkan pada yang lain.

            Satu hal yang tidak boleh dilupakan tentunya adalah evaluasi diri. Bisa jadi sumber masalah ada di diri sendiri. Kalau itu yang terjadi, segera anda perbaiki perilaku untuk mencapai kinerja yang lebih baik.

Gambar

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s