Gamla Stan

Gamla Stan adalah versi kota tua yang dimiliki Stockholm, ibukota Swedia. Kota ini berada di sebuah pulau bernama Stadsholmen. Kontras dengan kota baru di sekelilingnya, Gamla Stan memiliki jalan bebatuan yang tidak seluruhnya dapat dilalui kendaraan bermotor karena sempit. Bangunan-bangunan tua di sini bergaya “Brick Gothic”. 

Secara terminologi, Gamla Stan berarti “kota tua”. Gamla berarti tua, stan adalah versi pendek dari “staden” atau kota.

Di tengah kota tua ini terdapat alun-alun, yang dikelilingi oleh desain jalan-jalan sempit ala abad pertengahan. Berjalan di antara gedung-gedung tua di jalan bebatuan (cobblestone street) langsung mengheningkan suasana dan mengantar kita ke masa lalu, seolah mengabaikan kebisingan kota besar di sekitarnya.

Gamla Stan adalah sebuah atraksi turis yang amat populer sehingga selalu terjadi keramaian di sini, lebih lagi karena tidak semua jalannya dapat dilalui kendaraan bermotor. Manusia berjalan menjelajahi kota mini nan padat bak menjelajahi taman bermain. Rasanya seperti kota miniatur.

Beberapa bangunan bersejarah yang dominan ada di Gamla Stan, antara lain katedral, Museum Nobel dan Istana Kerajaan. Selebihnya, banyak sekali restoran, kafe, toko suvenir, toko buku dan perkantoran yang juga berdiri di sini. 

Saran saya, berkunjunglah ketika sore hari kala matahari akan tenggelam. Suasananya sangat romantis dan bersahaja. Toko-toko mungil menanti dan mengundang kita masuk. Setelah lelah, mampirlah di salah satu kafe atau restoran mungil yang barangkali menyajikan Swedish meatballlegendaris itu.

Gamla Stan sangat mudah dicapai dari manapun di Stockholm. Terdapat kereta bawah tanah (tunnelbana) di pulau ini dan kota Stockholm relatif mudah dijelajahi dengan jalan kaki, jika Anda menginap di pulau-pulau sekitarnya. Kenapa saya katakan pulau? Stockholm adalah kota kepulauan, di mana bagian-bagiannya dipisahkan oleh air. Inilah yang membuat kota ini cantik dilihat dari banyak sisi. 

Perlu diketahui bahwa Stockholm adalah kota yang mahal, tetapi bisa disiasati dengan mencari penginapan yang dekat dengan lokasi yang kita kunjungi, membeli roti yang relatif murah di sini, berjalan kaki dan membeli tiket terusan untuk museum-museum (plus transportasi tunnelbana) yang menarik agar tidak perlu membayar mahal setiap kali masuk ke museum. 

Jadi, jika ke Eropa, jangan hanya mampir ke tujuan-tujuan populer seperti Paris dan Amsterdam, cobalah kota-kota di Eropa utara yang tak kalah cantik dan menyenangkan, asal lebih tahan dingin sedikit saja!

Image

ImageImage

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s