Cara Naik Subway

Berjalan-jalan di negeri yang memiliki sistem transportasi mumpuni, paling tepat menggunakan kereta bawah tanah, yang biasa disebut juga metro atau MRT atau subway. Sebabnya, moda transportasi ini mudah, murah, cepat serta relatif aman.

Sayangnya subway tidak ada di negara kita, sehingga masih banyak yang bingung bagaimana cara menumpangnya. Ini dia:

Memilih jalur

Informasi jalur subway tersedia di tempat strategis dan mudah dilihat di setiap stasiun. Jalur-jalur tersebut digambarkan dalam sebuah peta dengan warna dan nomor yang berbeda bagi masing-masing jurusan. Stasiun pemberhentian dan stasiun transit (tempat bertemunya dua jalur atau lebih) ditandai dengan nama, nomor dan warna sesuai jalurnya.

Ketahuilah nama stasiun subway tempat Anda berada, lalu cari tahu nama stasiun tujuan. Carilah di peta subway dan telusuri jalurnya berdasarkan warna. Bila berbeda warna, artinya Anda harus berganti kereta di stasiun yang bersilangan. 

Sebagai ilustrasi, bila di Singapura Anda hendak menuju Bugis dari bandara Changi, Anda tinggal memilih jalur berwarna hijau tanpa perlu pindah lagi. Tetapi jika dari Changi ingin ke Clarke Quay, maka naiklah jalur hijau, lalu turun di City Hall pindah jalur merah ke arah Jurong, kemudian turun di Dhoby Ghaut pindah jalur ungu jurusan Harbour Front, turun di Clarke Quay

Tiket

Tiket sekali jalan dijual melalui mesin otomatis seperti mesin ATM. Petugas loket biasanya hanya melayani tiket langganan, penukaran uang dan informasi umum. Bisa juga membeli tiket langganan yang ada macam-macam jenisnya; harian, mingguan, bulanan, berdasarkan jarak, jumlah uang dan sebagainya. 

Bila Anda tinggal di kota tersebut tidak terlalu lama, lebih baik gunakan tiket sekali jalan. Kalau Anda berminat membeli tiket langganan, hitung dulu seberapa sering akan dipergunakan. 

Sebelum melakukan pembelian melalui mesin otomatis, baca dulu aturan pakainya. Bila mesin berbahasa lokal, cari tombol “English”. Perhatikan mata uang pecahan berapa saja yang bisa digunakan, sampai jumlah uang berapa mesin tersebut dapat memberi kembalian dan berapa jumlah tiket yang bisa dibeli dalam sekali transaksi.

Di stasiun

Setelah memiliki tiket yang umumnya berupa kartu, tiket tersebut digunakan sebagai “kunci” pembuka palang otomatis dengan cara menyentuhnya atau memasukkannya ke celah kecil di pinggir palang. 

Bila sudah berada di peron, Anda akan berdiri di tengah kedua jalur (kereta ada di kiri dan kanan Anda) dengan jalur yang sama. Cara memilih keretanya: baca petunjuk arah kereta yaitu nama stasiun berikutnya atau nama stasiun terujungnya, yang akan melewati stasiun yang Anda tuju.

Perhatikan tata krama naik kereta yang berlaku umum seperti tidak berdiri di jalur orang ke luar dari kereta, mendahulukan orang yang ke luar dari kereta, dan sebagainya. Kereta akan memberi tanda bila hendak menutup pintu otomatisnya, jadi tidak perlu berebutan dan mendorong-dorong.

Dalam kereta

Etika ini berlaku internasional. Berikanlah tempat duduk kepada orang tua, orang cacat, ibu hamil, orang yang membawa anak kecil dan perempuan. Ada kursi atau gerbong kereta yang memiliki bagian yang khusus diperuntukkan bagi golongan tersebut. 

Di dalam kereta, informasi tentang stasiun yang dilewati disampaikan melalui peta jalur di atas pintu. Tiap-tiap stasiun ditandai dengan lampu berwarna yang menyala atau berkedip saat kereta menuju dan berhenti di stasiun yang bersangkutan. Selain itu, ada juga pengumuman melalui pengeras suara dan tulisan bergerak di layar elektronik. 

Menguangkan tiket

Jika Anda menggunakan tiket sekali jalan berbentuk kartu elekronik, biasanya ada fasilitas penukaran tiket bekas pakai dengan sejumlah uang. Penukaran dapat dilakukan di mesin otomatis yang sama dengan mesin pembelian tiket. 

Contohnya, di Singapura tiket bekas pakai dihargai S$ 1 dan penukaran tiket bekas pakai bisa Anda lakukan langsung setelah dipakai atau berhari-hari setelahnya.

Image

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s