Persyaratan Teknis Landas Pacu

Fasilitas Landas Pacu (Runway). Fasilitas ini adalah faslitas yang berupa suatu

perkerasan yang disiapkan untuk pesawat melakukan kegiatan pendaratan dan

tinggal landas. Elemen dasar runway meliputi perkerasan yang secara struktural

cukup untuk mendukung beban pesawat yang dilayaninya, bahu runway, runway

strip, landas pacu buangan panas mesin (blast pad), runway end safety area

(RESA) stopway, clearway. Kelengkapan data yang merupakan aspek penilaian

meliputi Runway designation / number / azimuth yang merupakan nomer atau

angka yang menunjukkan penomoran landas pacu dan arah kemiringan landas

pacu tersebut. Data ini merupakan data yang telah ditetapkan sejak awal

perencanaan dan pembangunan bandar udara. Bagian berikutnya adalah dimensi

landas pacu yang meliputi panjang dan lebar landas pacu. Panjang landas pacu

dipengaruhi oleh pesawat kritis yang dilayani, temperatur udara sekitar, ketinggian

lokasi, kelembaban bandar udara, kemiringan landas pacu, dan karakteristik

permukaan landas pacu. Fasilitas Landas Pacu ini mempunyai beberapa bagian

yang masing-masingnya mempunyai persyaratan tersendiri.

1) Runway Shoulder/ bahu landas pacu adalah area pembatas pada akhir tepi

perkerasan runway yang dipersiapkan menahan erosi hembusan jet dan

menampung peralatan untuk pemeliharaan dan keadaan darurat serta untuk

penyediaan daerah peralihan antara bagian perkerasan dan runway strip.

2) Overrun mempunyai bagian meliputi clearway dan stopway. Clearway adalah

suatu daerah tertentu pada akhir landas pacu tinggal landas yang terdapat di

permukaan tanah maupun permukaan air dibawah pengaturan operator

bandar udara, yang dipilih dan diseleksi sebagai daerah yang aman bagi

pesawat saat mencapai ketinggian tertentu yang merupakan daerah bebas

yang disediakan terbuka diluar blast pad dan untuk melindungi pesawat saat

melakukan manuver pendaratan maupun lepas landas. Stopway adalah suatu

area tertentu yang berbentuk segiempat yang ada di permukaan tanah

terletak di akhir landas pacu bagian tinggal landas yang dipersiapkan sebagai

tempat berhenti pesawat saat terjadi pembatalan kegiatan tinggal landas.

Aspek yang diperhatikan dalam penilaian kelayakan operasional meliputi

dimension (panjang dan lebar), kemiringan memanjang (Longitudinal slope),

kemiringan melintang (Transverse Slope), jenis perkerasan (Surface Type),

dan kekuatan (Strength).

3) Turning area adalah bagian dari landas pacu yang digunakan untuk lokasi

pesawat melakukan gerakan memutar baik untuk membalik arah pesawat,

maupun gerakan pesawat saat akan parkir di apron. Standar besaran turning

area tergantung pada ukuran pesawat yang dilayaninya.

4) Longitudinal slope adalah kemiringan memanjang yang didapatkan dari hasil

pembagian antara ketinggian maksimum dan minimum garis tengah

sepanjang landas pacu. Dengan alasan ekonomi, dimungkinkan adanya

beberapa perubahan kemiringan di sepanjang landas pacu dengan jumlah dan

ukuran yang dibatasi oleh ketentuan tertentu.

5) Transverse Slope adalah kemiringan melintang landas pacu yang harus dapat

membebaskan landas pacu tersebut dari genangan air.

6) Jenis perkerasan landas pacu terdiri dari dua jenis yaitu perkerasan lentur

(flexible) dan perkerasan kaku (rigid).

7) Kondisi permukaan landas pacu juga merupakan bagian penting dari landas

pacu yang meliputi kerataan, daya tahan terhadap gesekan (skid resistance)

dan nilai PCI. Kekuatan landas pacu juga tergantung pada jenis pesawat,

frekwensi penerbangan dan lalu lintas yang dilayani.

8) Kekuatan perkerasan landas pacu adalah kemampuan landas pacu dalam

mendukung beban pesawat saat melakukan kegiatan pendaratan, tinggal

landas maupun gerakan manuver saat parkir atau menuju taxiway.

Perhitungannya mempertimbangkan karakteristik pesawat terbesar yang

dilayani, lalu lintas penerbangan, jenis perkerasan, dan lainnya.

9) Runway strip adalah luasan bidang tanah yang menjadi daerah landas pacu

yang penentuannya tergantung pada panjang landas pacu dan jenis

instrumen pendaratan (precission aproach) yang dilayani.

10) Holding bay adalah area tertentu dimana pesawat dapat melakukan

penantian, atau menyalip untuk mendapatkan efisiensi gerakan permukaan

pesawat.

11) RESA (Runway End Safety Area). RESA adalah suatu daerah simetris yang

merupakan perpanjangan dari garis tengah landas pacu dan membatasi

bagian ujung runway strip yang ditujukan untuk mengurangi resiko kerusakan

pesawat yang sedang menjauhi atau mendekati landas pacu saat melakukan

kegiatan pendaratan maupun lepas landas. Aspek yang diperhatikan dalam

penilaian kelayakan operasional meliputi dimension (panjang dan lebar),

kemiringan memanjang (Longitudinal slope), kemiringan melintang

(Transverse Slope), jenis perkerasan (Surface Type), dan kekuatan

(Strength).

12) Marka landas pacu yang meliputi Runway designation marking, Threshold

marking, Runway centre line markin, Runway side stripe marking, Aiming

point marking, Touchdown zone marking, dan Exit guidance line marking.

Tiap-tiap bagian mempunyai persyaratan teknis tertentu agar dapat

memberikan kinerja operasional yang handal.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s