Bintang Maut

Belum pernah saya ada di dalam gua gelap seorang diri. Untunglah saya membawa lampu senter.

Lihatlah tiang-tiang serta menara karang raksasa itu! Ke mana arah jalan ini?

Aduh! Ternyata berakhir di sebuah lubang dalam! Lebih baik saya keluar lagi.

Rasanya saya melihat banyak lampu di atas. Rupanya seperti bintang! Bagaimana mungkin? Dinding-dinding mengelilingi saya! Di manakah saya berada?

Yang saya kira bintang pada langit-langit gua sebenarnya adalah serangga yang disebut cacing pijar. Cacing pijar berkilauan dalam rongga di bawah tanah Gua Waitomo di Selandia Baru. Sinar ganjil cacing pijar memikat serangga lain. Serangga terjebak pada benang sehalus sutra yang dipintal serangga ini. Lalu cacing pijar menarik benangnya dan memangsa serangga yang terjebak. Itulah sebabnya mengapa cacing pijar dinamakan “bintang maut”.

Pemandu wisata membawa para wisatawan berjalan memasuki Gua Waitomo. Setelah mencapai ruang cacing pijar, mereka naik perahu. Sementara perahu mengapung pelan-pelan melalui rongga gua, para wisatawan dapat menengadah serta memandangi “bintang maut” itu. Perahu berhanyut-hanyut dari rongga gua ke luar. Mungkin setelah beberapa saat barulah orang menyadari bahwa mereka sudah ada di luar gua memandang bintang di langit, bukannya di dalam gua memandangi “bintang maut”.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s