Gunung Berapi di Kebun Belakang

“Tanah panas dan hampir membakar kakiku! Makin hari makin panas saja rasanya tanah di bawah telapak kakiku ini!”

Itulah yang dipikirkan petani yang bernama Dionisio Pulido ketika ia membajak ladang jagungnya di dekat Paricutin, Meksiko.

Tiba-tiba tanah mulai bergetar dan retak. Dan embunan asap serta uap menggelegar dari sebuah lubang di tanah.

Dionisio berlari menuju desa dan memperingatkan penduduk bahwa ada makhluk mengerikan di kebun jagungnya. Tentu saja makhluk mengerikan itu tidak ada. Tang ada ialah gunung yang baru lahir.

Gunung itu menyemburkan abu, uap dan batu karang meleleh dari dalam tanah sehingga seluruh ladang Dionisio tertimbun olehnya.

Gunung tersebut terus tumbuh selama musim semi dan musim panas sehingga melebihi tinggi bangunan tertinggi di dunia.

Penduduk desa Paricutin terpaksa melarikan diri supaya tidak tertimbun laharnya. Gunung tadi terus tumbuh makin lama makin besar sampai menimbuni sebuah kota lain. Pada siang hari langit tampak hitam karena hujan abu. Pada malam hari langit kelihatan merah karena percikan latu api dan menyala karena batu karang yang meleleh.

Dari tahun ke tahun gunung berapi Paricutin terus tumbuh menjadi besar sehungga menjadi sebuah gunung, dan akhirnya berhenti tumbuh.

Sekarang Gunung Paricutin sedang tenang. Dalam waktu hanya sepuluh tahun gunung itu menjadi cukup besar sehingga ada yang menanggapnya sebagai salah satu di antara ketujuh keajaiban alam di dunia.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s