Teater dari Batu

Seluruh penduduk kota tak dapat dimuat sekaligus di sebuah teater apabila menonton sebuah film atau sandiwara. Film dan sandiwara biasanya dipertunjukkan lebih dari sekali sehingga setiap orang yang ingin menonto memperoleh tempat duduk.

Dahulu kala ketika sandiwara mula-mula dipertunjukkan di Negara yang sekarang ini bernama Yunani, hanya diadakan pertunjukkan sekali saja.

Maka agar dapatmenampung semua orang yang ingin menonton sandiwara tersebut, teater itu harus cukup luas.

Di gambar terlihat salah satu teater pertama, yakni Teater Dionysus. Nama ini digunakan untuk menghormati salah satu dewa sembahan orang waktu itu. Kata “teater” berasal dari kata Yunani yang berarti “tempat untuk menonton”. Tempat duduk batu di teater ini agak mirip dengan bangku tempat duduk di stadion sepak bola.

Teater Dionysus di Athena, Yunani, kini tinggal reruntuhan saja. Tiang menyembul di antara tempat duduk serta bangku. Namun puing-puing teater ini mengingatkan kita akan waktu ketika di sana dipertunjukkan sandiwara Yunani, misalnya karya Sofokles dan Aristofenes.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s