Tidak Mengajaibkan Jika Aku Keajaiban

Di masa silam aku adalah patung perunggu. Namaku Kolosus. Aku berdiri dekat pelabuhan kecil Pulau Aegea. Rhodes nama pulau itu.

Tinggiku dua puluh kali tinggi manusia, sedangkan ibu jariku sedemikian besarnya hingga engkau tak akan dapat memeluknya. Andaikata engkau dapat berdiri di kepalaku, engkau akan dapat melihat jauh sekali ke daratan dan lautan di seberang.

Mengapa aku dibangun? Pada waktu lampau rakyat Rhodes mencoba menyelamatkan pulaunya dalam peperangan melawan ribuan musuh dari negeri seberang. Harapan untuk menang kecil sekali namun setiap pria serta wanitany berjuang keras. Akhirnya keberanian penduduk pulau itu memperoleh ganjaran ketika teman mereka, yakni Ptolemeus, dating membantu dengan membawa armada kuat untuk menyelamatkan Rhodes.

Penduduk Rhodes sangat berterima kasih karena diselamatkan sehingga mereka membangunku untuk mengabadikan kemenangan tadi. Aku berdiri di pelabuhan selama bertahun-tahun. Para penyair menuliskan keindahanku dan mereka menyebutku sebagai salah satu dari Ketujuh Keajaiban Dunia. Kata “kolosal” pun berasal dari namaku.

Pada suatu hari bumi bergetar dan berguncang. Getaran itu sangat hebat. Aku roboh dan hancur berkeping-keping serta tak dapat disatukan kembali.

Sekarang aku hanyalah patung yang disebut Kolosus dari Rhodes yang sering kaubaca di buku. Namun sekali-sekali ditemukan kepingan serta pecahan perunggu yang dulunya merupakan bagian dari tubuhku.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s