Terjadinya Big Bang

Para ahli fisika menyimpulkan bahwa kini mereka memiliki lebih dari sekedar bukti bahwa alam semesta mekar sedemikian cepatnya beberapa saat setelah Big Bang, berkembang dari ukuran sebesar kelereng hingga menjadi besar sekali dalam waktu sepersemilyar-semilyar detik. Penemuan ini – yang melibatkan analisa variasi kekuatan cahaya dalam radiasi gelombang mikro – adalah bukti pertama untuk menyokong teori selama dua dekade bahwa alam semesta melalui fase yang dinamakan inflasi. Teori ini juga menjelaskan bagaimana fragmen-fragmen saling tarik menarik dan mejadi planet, bintang dan galaksi dalam alam semesta. “Ini memberikan kami bukti pertama tentang bagaimana inflasi terjadi”, kata Michael Turner, asisten direktur untuk jurusan Matematika dan Fisika pada National Science Foundation “Ini sungguh menakjubkan”. Brian Greene, ahli fisika dari Universitas Columbia berkata ‘Penelitannya spektakular dan hasilnya mengejutkan’. Peneliti menemukan bukti tentang inflasi pada cahaya redup yang memenuhi alam semesta. Cahaya yang dinamakan latar belakang gelombang mikro kosmik (cosmic microwave background) ada saat alam semesta berumur 300.000 tahun – lama setelah terjadinya inflasi. Tetapis sebagaimana fosil memberitahukan kepada ahli paleontologi tentang kehidupan yang telah lama musnah, pola cahaya pada gelombang miktro kosmik menyatakan apa yang terjadi sebelumnya. Yang menarik pada fisikawan adalah variasi dari keredupannya yang memberikan petunjuk. Variasi ini dipresentasikan pada konfrensi pers di Princeton University. Pengukurannya dilakukan menggunakan instrumentasi yang bernama Wilkinson Microwave Anistropy Probe atau (WMAP) diluncurkan oleh NASA pada tahun 2001. Penelitian awal menggunakan WMAP menyatakan bahwa umur alam semesta adalah 13.7 milyar tahun, dengan penambahan ataupun pengurangan selama beberapa ratus ribu tahun. WMAP juga memberikan pengukuran variasi dari latar belakang gelombang mikro kosmik yang menjadi begitu besarnya sehingga tersebar di seluruh langit. Penelitian pertama memberikan pernyataan kuat tentang inflasi, tetapi tanpa bukti, kata Turner yang terlibat dalam riset. Analisa baru memperhatikan variasi pada latar belakang gelombang mikro kosmik pada beberapa bagian yang lebih kecil dari langit – hanya beberapa milyar tahun cahaya saja, tidak harus beberapa ratus milyar tahun cahaya. Tanpa terjadinya inflasi, variasi keredupan yang melintasi beberapa bagian langit akan sama sebagaimana pada bagian langit lainnya. Tetapi penelitian menunjukkan beberapa perbedaan yang sangat jelas. “Data-datanya mendukung inflasi”, kata Charles Bennet, fisikawan dari Johns Hopkins University yang menyatakan penemuan ini. Dia disertai oleh dua orang kolega dari Princeton, Lyman Page dan David Spergel. Para ahli fisika menyimpulkan bahwa kini mereka memiliki lebih dari sekedar bukti bahwa alam semesta mekar sedemikian cepatnya beberapa saat setelah Big Bang, berkembang dari ukuran sebesar kelereng hingga menjadi besar sekali dalam waktu sepersemilyar-semilyar detik. Penemuan ini – yang melibatkan analisa variasi kekuatan cahaya dalam radiasi gelombang mikro – adalah bukti pertama untuk menyokong teori selama dua dekade bahwa alam semesta melalui fase yang dinamakan inflasi. Teori ini juga menjelaskan bagaimana fragmen-fragmen saling tarik menarik dan mejadi planet, bintang dan galaksi dalam alam semesta. “Ini memberikan kami bukti pertama tentang bagaimana inflasi terjadi”, kata Michael Turner, asisten direktur untuk jurusan Matematika dan Fisika pada National Science Foundation “Ini sungguh menakjubkan”. Brian Greene, ahli fisika dari Universitas Columbia berkata ‘Penelitannya spektakular dan hasilnya mengejutkan’. Peneliti menemukan bukti tentang inflasi pada cahaya redup yang memenuhi alam semesta. Cahaya yang dinamakan latar belakang gelombang mikro kosmik (cosmic microwave background) ada saat alam semesta berumur 300.000 tahun – lama setelah terjadinya inflasi. Tetapis sebagaimana fosil memberitahukan kepada ahli paleontologi tentang kehidupan yang telah lama musnah, pola cahaya pada gelombang miktro kosmik menyatakan apa yang terjadi sebelumnya. Yang menarik pada fisikawan adalah variasi dari keredupannya yang memberikan petunjuk. Variasi ini dipresentasikan pada konfrensi pers di Princeton University. Pengukurannya dilakukan menggunakan instrumentasi yang bernama Wilkinson Microwave Anistropy Probe atau (WMAP) diluncurkan oleh NASA pada tahun 2001. Penelitian awal menggunakan WMAP menyatakan bahwa umur alam semesta adalah 13.7 milyar tahun, dengan penambahan ataupun pengurangan selama beberapa ratus ribu tahun. WMAP juga memberikan pengukuran variasi dari latar belakang gelombang mikro kosmik yang menjadi begitu besarnya sehingga tersebar di seluruh langit. Penelitian pertama memberikan pernyataan kuat tentang inflasi, tetapi tanpa bukti, kata Turner yang terlibat dalam riset. Analisa baru memperhatikan variasi pada latar belakang gelombang mikro kosmik pada beberapa bagian yang lebih kecil dari langit – hanya beberapa milyar tahun cahaya saja, tidak harus beberapa ratus milyar tahun cahaya. Tanpa terjadinya inflasi, variasi keredupan yang melintasi beberapa bagian langit akan sama sebagaimana pada bagian langit lainnya. Tetapi penelitian menunjukkan beberapa perbedaan yang sangat jelas. “Data-datanya mendukung inflasi”, kata Charles Bennet, fisikawan dari Johns Hopkins University yang menyatakan penemuan ini. Dia disertai oleh dua orang kolega dari Princeton, Lyman Page dan David Spergel.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

2 Balasan ke Terjadinya Big Bang

  1. De berkata:

    AHA ! Tulisan yang menarik! Coba paragrafnya dirapiin dikiit, biar enak bacanya, pasti lebih oke..😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s